Bila kamu menyangka ini akan
indah seperti pandangan seorang Milea Adnan Husein, kamu salah besar. Bila kamu
berharap tulisanku bisa segamblang pidi baiq? Coba telaah lagi. Aku tak sehebat
itu. Semua bukan itu. Bukan. Ini Cuma perasaan yang hinggap dikala hujan tiba
dan hilang diterpa datangnya matahari. Analogi itu sudah cukup jelas kan?
Seperti sayap burung yang selalu
digunakan untuk terbang, hati manusia juga dipakai untuk menata hati lain untuk
masuk dalam kehidupannya. Apakah kamu hati baru itu? Kamu bukan dilan, sangat
bukan. Lantas mengapa kamu berani sekali mengambil hati ini?
Bila milea dan dilan punya
cerita, kamu dan akupun ada tapi tidak sejelas mereka. Ini hanya tentang
perasaan yang saling membodohi hati. Berdiam diri menata hati agar tidak
terlalu larut yang nyatanya arusnya bak ombak yang menerpa pantai. Seketika dan
kencang.
Setelah menatap hati lebih lama, aku menyukaimu entah itu sejak sore kemarin atau kapanpun itu kata pidi baiq "aku suka kamu, nggak tau kalo sore"
Let you tell me how can u make me fall into your love?
Tell me this feeling that i cant use my logic.
How can u bring something shit like this!