Halaman


Senin, 15 Agustus 2016

Bukan apa apa

Bila kamu menyangka ini akan indah seperti pandangan seorang Milea Adnan Husein, kamu salah besar. Bila kamu berharap tulisanku bisa segamblang pidi baiq? Coba telaah lagi. Aku tak sehebat itu. Semua bukan itu. Bukan. Ini Cuma perasaan yang hinggap dikala hujan tiba dan hilang diterpa datangnya matahari. Analogi itu sudah cukup jelas kan?

Seperti sayap burung yang selalu digunakan untuk terbang, hati manusia juga dipakai untuk menata hati lain untuk masuk dalam kehidupannya. Apakah kamu hati baru itu? Kamu bukan dilan, sangat bukan. Lantas mengapa kamu berani sekali mengambil hati ini?

Bila milea dan dilan punya cerita, kamu dan akupun ada tapi tidak sejelas mereka. Ini hanya tentang perasaan yang saling membodohi hati. Berdiam diri menata hati agar tidak terlalu larut yang nyatanya arusnya bak ombak yang menerpa pantai. Seketika dan kencang.


Setelah menatap hati lebih lama, aku menyukaimu entah itu sejak sore kemarin atau kapanpun itu kata pidi baiq "aku suka kamu, nggak tau kalo sore" 

Let you tell me how can u  make me fall into your love?
Tell me this feeling that i cant use my logic.

How can u bring something shit like this!